Qurrota A'Yun : Menjadi Diri Mu







Saya dah mula perasan akan rutin yang makin mencengkam. bak kata pakcik spiderman, with great power, comes great responsibility. Masa yang Allah bagi tetap 24 jam tapi masakan terlalu padat dan sendat rasanya kesempatan itu. itu tandanyanya hidup dah sangat keduniaanlah tu..kan..kene muhasabah balik

kadang dalam kesibukan rutin dan kerjaya, kita macam seolah hilang diri sendiri. kadang senyum pun dah kurang, kurang masa lah konon...

kesempatan luangkan "quality time" kononnya dengan encik suami dan anak-anak sedikit hari lalu, seolah ruang sempit diberikan untuk melompat keluar dari kepompong rutin harian yang skema. kami ke jemputan walimah/wedding student encik suami. nama je student, tapi hakikatnya dah ada anak dara, student dewasa...

wedding di buat di Dewan Melati, Perbadanan Putrajaya Presint 3. kami sampai dewan around 3;13 dan majlis pun dah surut. student encik suami pun  baru nak jamah nasi, pengantin pun dah bergambar di pelamin santai, juadah pun hanya tinggal nasi, daging, dalca dan oren. Alhamdulillah...dapat merasa nasi minyak.

seronok juga, dressing majlis sekali sekali. encik suami berbaju batik, budak-budak berbaju kurung. walau hanya attend wedding, syok juga bila dapat gula-gula dan bergambar santai depan bangunan mahkamah yang kebetulan di situ.

layan si yaya bergambar memang tak habis. rasa kelakar juga bila buat gaya k-pop macam budak-budak sekarang. rasa tidak seperti diriku yang selau saja serius. kadang jadi budak-budak memang best, tiada tekanan,,yang penting,,happy...

 

sesungguhnya penyejuk hati  ini memberikan kegembiraan dan keceriaan....


Imam Hasan Al-Bashri berkata, “Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya tha’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

dan sesungguhnya qurrota a'yun ini akan memberi doa bila kita di sana... 
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak salih yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

salam manis menjadi dirimu anak...roselangkawi@langkawiblaquevilla

Comments

Popular posts from this blog

Rahsia Sirap sedap terbongkar!

Rumahku wangi..syurgaku..