10 Hari Mencari Cinta Lailatul Qadr..


Soal 2 : Apa alamat/tanda malam Lailatul-Qodar?

Jawab: Lailatul-Qodar mempunyai beberapa alamat/tanda, baik secara langsung (iaitu pada malamnya) mahupun setelah terjadi (iaitu pada pagi harinya).

Adapun alamat secara langsung (iaitu pada malamnya) di antaranya:

1. Sinar cahaya sangat kuat pada malam Lailatul-Qodar dibandingkan dengan malam-malam yang lainnya. Tanda ini pada zaman sekarang hanya biasa dirasakan oleh mereka yang tinggal ditempat yang jauh dari sinar elektrik atau sejenisnya.


2. Bertambah kuatnya cahaya pada malam itu.
3. Thuma’ninah. iaitu ketenangan dan kelapangan hati yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman lebih kuat dari malam-malam yang lainnya.
4. Angin dalam keadaan tenang pada malam Lailatul-Qodar, tidak berhembus kencang. Hal ini berdasarkan hadits dari sahabat Jabir bin Abdillah sesungguhnya Rasulullah bersabda (yang ertinya):

“Sesungguhnya Aku melihat Lailatul-Qodar kemudian dilupakannya, Lailatul-Qodar turun pada 10 akhir (bulan Rmadhan) iaitu malam yang terang, tidak dingin dan tidak panas serta tidak turun hujan”.



(HR. Ibnu Khuzaimah no.2190 dan Ibnu Hibban no.3688 dan disahihkan oleh keduanya).

Kemudian hadits dari sahabat ‘Ubadah bin Shomit sesungguhnya Rasulullah bersabda (yang ertinya) “Sesungguhnya alamat Lailatul-Qodar adalah malam yang cerah dan terang seakan-akan nampak didalamnya bulan bersinar terang, tetap dan tenang, tidak dingin dan tidak panas. Haram bagi bintang-bintang melempar pada malam itu sampai waktu subuh. Sesungguhnya termasuk dari tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tegak lurus, tidak tersebar sinarnya seperti bulan pada malam purnama, haram bagi syaitan keluar bersamanya (terbitnya matahari) pada hari itu”. (HR. Ahmad 5/324, Al-Haitsamy 3/175 dia berkata : perawinya tsiqoh)

5. Terkadang Allah memperlihatkan malam Lailatul-Qodar kepada seseorang dalam mimpinya. Sebagaimana hal ini terjadi pada diri para shahabat Rasulullah .
6. Kenikmatan beribadah dirasakan oleh seseorang pada malam Lailatul-Qodar lebih tinggi dari malam-malam yang lainnya.

Adapun alamat setelah terjadi (iaitu pada pagi harinya) di antaranya: Matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tidak tersebar sinarnya dan tidak menyilaukan, berbeza dengan hari-hari biasanya. Hal ini berdasarkan hadits dari Sahabat Ubay bin Ka’ab yang mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah mengkabarkan kepada kami:

“Sesungguhnya Matahari terbit pada hari itu dalam keaadaan tidak tersebar sinarnya”. (HR. Muslim no.762, 2/828)



Adapun alamat yang menyebutkan bahawa tidak ada atau sedikit gonggongan anjing pada malam Lailatul-Qodar adalah tidak benar, karena terkadang dijumpai pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan anjing dalam keadaan menyalak/menggonggong. (Syaikh Utsaimin)

(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Fataawa Lajnah ad Da’imah, Syarhul Mumthi’ Ibnu Utsaimin, Fataawa wa Rasaail Ibnu Utsaimin, dan Majmu’Fataawa Syaikh Shalih Fauzan)

Sumber : Buletin Da’wah Al-Atsary, Semarang. Edisi 18 / 1427 H
Dikirim via email oleh Al-Akh Dadik

source |[darussalaf.org]

Comments

Popular posts from this blog

Rahsia Sirap sedap terbongkar!

Rumahku wangi..syurgaku..